Manggis, buah Seribu Manfaat


Ketika menjelang penggantian tahun 2012, kami menemukan buah manggis banyak dijual di pinggir jalan. Terus terang buah ini adalah yang sering dimakan sewaktu di Sekolah Dasar. Buah yang rasanya manis namun sayang bijinya yang besar. Tidak seperting buah lengkeng atau rambutan yang bijinya mudah lepas dari dagingnya, bijinya sulit lepas dari dagingnya membuat lidah tanggung untuk menikmatinya.

Buanh Manggis yang banyak Manfaat

Buah Manggis yang banyak Manfaat

Sejak dahulu sering bertanya, kenapa buah manggis ini sangat tanggung?

Ternyata dibalik itu, Allah SWT sang Penciptanya membuat banyak manfaat pada biji dan terutama kulitnya.

Secara fisik pohon manggis (garcinia mangostana) mampu tumbuh mencapai 7 hingga 25 meter, buahnya memiliki bentuk yang khas dengan kulit berwarna merah keunguan ketika matang meski ada juga varian yang kulitnya berwarna merah. Secara umum tumbuh di kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropis dengan cuaca panas dan lembab. Oleh sebagian ahli hortikultura tanah air tanaman ini dipercaya berasal dari Sumatera, tepatnya dari provinsi Jambi.

Buah manggis sendiri dikategorikan mahal oleh sebagian masyarakat Indonesia, di tahun 2011 harga buah manggis berada pada kisaran Rp. 7.000,- hingga Rp. 14.000,- per kilonya tergantung musim. Ini disebabkan karena pohon manggis merupakan salah satu tumbuhan yang sulit tumbuh, tanahnya harus basah, tapi tidak terlalu basah, juga tidak berpasir atau berlumpur. Kebanyakan pohon manggis tumbuh di hutan hujan yang kondisnya sempurna, dan butuh waktu 10 tahun untuk berbuah.

Berbeda dengan buah-buahan pada umumnya, manfaat terbesar buah manggis bagi kesehatan bukan terletak pada daging buahnya melainkan pada kulit buahnya. Di dalam kulit buah manggis (pericarp) terdapat komponen yang bersifat anti-oksidan. Zat ini disebut xanthone. Dan xanthone yang terkandung dalam buah asli Indonesia ini memang luar biasa dan istimewa.

Xanthone merupakan antioksidan tingkat tinggi. Nilainya mecapai 17.000-20.000 ORAC per 100 ons (sekitar 2.835 gram kulit), lebih besar dari wortel dan jeruk yang kadar ORAC-nya hanya 300 dan 2.400. ORAC sendiri merupakan singkatan Oxygen Radical Absorbance Capacity, adalah kemampuan antioksidan menetralkan radikal bebas.

Berbicara tentang antioksidan, tak lepas dari pemahaman radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil karena kehilangan elektronnya. Untuk menjadi stabil, radikal bebas akan mengambil elektron dari molekul atau sel lain dalam tubuh manusia. Dan proses pengambilan elektron dari sel-sel tubuh manusia menyebabkan kerusakan sel sehingga memicu penyakit-penyakit generatif seperti kanker, diabetes, jantung koroner dan lainnya.

Xanthone memiliki gugus hidroksi (OH) yang efektif mengikat radikal bebas di dalam tubuh serta membantu mengobati dan mencegah penyakit degeneratif. Di alam, senyawa xanthone hanya ditemukan pada famili clusiceae dan gentianaceae. Dari sekitar 200 jenis xanthone yang diisolasi dari alam, sebanyak 40 jenis ditemukan pada manggis dan paling banyak terdapat pada bagian kulitnya.

Sebuah riset membuktikan, xanthone di kulit manggis terbentuk sejak buah berumur satu buan setelah bunga mekar. Pada umur satu bulan, kadar xanthone di kulit manggis sebesar 14,67 mg/g dan berturut-turut meningkat sesuai umur buah : 2 bulan (16,21 mg/g), 3 bulan (15,47 mg/g) dan 4 bulan (15,68 mg/g). Bahkan kadar xanthone justru meningkat menjadi 34,36 mg/g jika buah disimpan hingga 4 minggu setelah dipetik.

Dengan diketahuinya kulit buah manggis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, mulai berkembang berbagai produk olahannya seperti jus, food suplement, maupun herbal. Pada tahun 2006, di Amerika Serikat produk olahan manggis pun masuk ke dalam 22 produk dengan penjualan tertinggi, yaitu berupa food suplemen yang diklaim sebagai minuman fungsional. Sementara itu, di Jepang sudah dikembangkan produk panaxathone yang berisi ekstrak campuran xanthone (80% alpha mangostin dan 20% gamma mangostin) yang digunakan dalam kemoterapi kanker payudara.

Selain berfungsi sebagai antioksidan, banyak penelitian di Indonesia dan dunia yang mengungkapkan khasiat lain dari xathone seperti : antibakteri dan anti jamur (Suksamran, 2003), antivirus (Chen et.al., 1996, Vlientinck, 1998 dan Ignatushchenko et.al., 1999), potensi antikanker (Jamil & Ersam, 2009), antiinflamasi (Farmasi, Universitas Tokyo, 2002), potensi anti arterosklerosis (Farmasi, Universitas Andalas), mencegah diabetes (Udani, Fak. Kedokteran, Universitas California) dan lainnya.

Salah satu cara mengolah kulit buah manggis yang aman adalah dengan merendamnya di air terlebih dahulu minimal selama 1 jam. Selanjutnya kulit buah manggis dicuci bersih sampai tidak ada getah yang menempel, lalu dikukus selama 3-5 menit. Setelah dikukus, kulit manggis diblender dengan air kemudian disaring dengan kain halus untuk memisahkan serat kasarnya. Dan sebaiknya kulit manggis bagian luar dikupas lantaran banyak mengadung banyak saponin. Saponin yang berlebihan dapat menutup pori-pori sel usus yang mengakibatkan usus kejang dan memicu terjadinya muntah hingga diare.

Keberadaan xanthone dengan jumlah melimpah di dalam kulit manggis merupakan informasi yang menggembirakan. Pasalnya, selama ini kulit manggis di Indonesia kerap dibuang. Kelebihan lainnya adalah kandungan xathone hasil ekstraksi kulit manggis kering tidak dipengaruhi oleh kualitas fisik buah, sehingga jumlah senyawa xanthone pada manggis tetap sama.

Institut Pertanian Bogor (IPB) menyulap buah manggis menjadi jus manggis atau Santone. Jus ini diklaim mengandung 99 manfaat bagi kesehatan.

Hal itu dikatakan dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB Indah Yuliani kepada wartawan di kampus IPB Baranangsing, Kamis (2/2/12).

Menurut Indah, di antara manfaat jus manggis buatannya adalah membuat seseorang awet muda, kaya akan anti oksidan dan anti kanker, serta bisa menggantikan vitamin E dan C dengan khasiat berlipat.

Indah menjelaskan, proses pembuatan jus manggis sangat mudah. Diawali dengan mengambil bagian isi dan kulit dalam manggis dengan cara dikorek, kemudian dicampur dengan air panas dan alkohol. Bahan-bahan itu lalu dicampur dengan menggunakan blender.

Selanjutnya adalah maserasi atau penambahan alkohol. Proses ini bertujuan menarik lebih banyak Santone. Hasil tahap ini kemudian dipanaskan 10 menit dengan suhu mencapai 90 derajat celcius. Pada tahapan ini juga diberi campuran rosela 10 persen dan madu 40 persen.

Menurut Indah, jus manggis yang sudah didinginkan ini bisa ditambah minuman lain seperti anggur, atau diminum langsung.

“Ampasnya bisa berfungsi sebagai scrub ketika luluran,” ujar Indah.

Indah menambahkan, jus buatannya sangat aman dikonsumsi

Cara lain :

  1. Kulit manggis dikerok bagian dalamnya dengan sendok lalu dijus. Ambil 1-3 buah kulit manggis, kerok lalu diblender/juicer. Agar manis tambahkan madu secukupnya, bisa juga ditambah gula aren atau gula merah/jawa. Semakin banyak kulit manggis yang dipakai semakin pekat hasilnya dan rasanyapun juga sepat. Tetapi kalau kena bagian yang hitam atau getah kuning jusnya akan ada rasa pahit, lihat tulisan cara memilih buah manggis.
  2. Kulit manggis direbus, air rebusannya digunakan untuk membuat jus. Kalau tidak ingin rasa terlalu pekat dengan kulit manggis segar, maka bisa dengan cara merebusnya lalu gunakan air rebusan untuk ngejus. Ambil 3-5 kulit buah manggis rebud dengan 6 gelas air hingga tinggal 3 gelas air. Gunakan air untuk ngejus buah kesukaaan anda, air yang digunakan disesuaikan dengan tingkat keenceran jus yang dikehendaki. Sisa air rebusan bisa disimpan dikulkas dan dipakai hari berikutnya. Beberapa herbalis memberikan resep pengobatan dengan menggunakan air rebusan kulit manggis ini untuk langsung diminum 2-3 kali sehari dengan ditambahkan madu secukupnya.
  3. Dikeringkan dan direbus. Untuk menghindari kekurangan kulit manggis karena sudah lewat musin sehingga tidak ada lagi dipasar, maka kulit manggis bisa diiris-iris lalu dikeringkan dengan dijemur. Karena sekarang juga musim hujan, maka cermati tingkat kekeringan dan kemungkinan tumbuhnya jamur pada kulit manggis yang belum-belum benar kering dijemur. Setelah kering simpan ditempat kering agar tahan lama. Cara membuat jusnya, ambil kulit manggis kering segenggam, cuci bersih lalu direbus, airnya digunakan untuk membuat jus seperti cara ke 2 diatas.
  4. Dikeringkan dan ditumbuk. Cara keempat ini juga digunakan untuk mengantisipasi kekurangan kulit manggis karena sudah tidak musim buah manggis. Bedanya kalau yang ketiga setelah dikeringkan direbus lalu airnya untuk ngejus, yang ke empat ini setelah dikeringkan kemudian ditumbuk. Serbuk kulit manggis inilah yang dipakai untuk ngejus, tentu saja dengan tambahan buah lainnya.
  5. Kulit dan buah manggis dijus. Nach cara terakhir ini tidak hanya kulit manggisnya saja yang dijus, tetapi seluruh buah manggisnya kecuali tangkai dan kelopak manggis. Ambil 1-2 manggis, dicuci, dibelah, masukkan seluruh buah manggis (biji dan kulitnya), kulit manggisnya sebaiknya diiris atau disobek-sobek dulu biar memudahkan untuk diblender/dijus, tambahkan madu atau gula aren secukupnya.
Tulisan ini dipublikasikan di Info Warga, Kesehatan dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Manggis, buah Seribu Manfaat

  1. viena itink berkata:

    saya puunya penyakit kelenjar di payudara,,
    apa kulit manggis yang direbus bisa menjadi obat nya
    trus,,apa bedanya dijus dengan direbus???
    apa beda khasiatnya?

    • eramas2000 berkata:

      Jus kulit manggis kalau diminum rutin, akan berfungsi sebagai anti oksidan dimana gugus -OH pada molekul Chantone akan mengikat radikal bebas (penyebab kanker/kelenjar/myom/kista).Iya setelah direbus, baru di jus. Diebus, maksudnya untuk mengeluarkan saponin/getah. Diharapkan saat diminum setelah di Jus, tidak terlalu kesat.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s